Assalamu'aikum warrahmatullahi wabarakaatuh..
Apa kabar Rainer's? Sehatkah? :)
Hari ini saya mau posting sebuah potongan cerpen. Jadi di cepen ini ceritanya Rayna adalah seorang anak dari sebuah keluarga kaya. Namun entah kenapa kehadirannya tak pernah diharapkan oleh keluarganya sendiri, padahal selama ini dia selalu berusaha bersikap baik dan tak pernah mengeluh. Tapi tetap aja sang keluarga benci setengah mati sama gadis baik ini.
Jadi, entah kenapa saya tiba-tiba terpikir untuk membuat potongan adegan ini. Adegan dimana semua tangis yang ditahannya selama ini pecah. Hahaha.. terkadang ide di kepala saya memang nggak masuk akal dan sering nggak tau tempat. Mana munculnya cuma setengah lagi -,-
Hahaha..
Pokoknya maafkan ketidakjelasan tulisan ini ya, salahkan saja inspirasi di kepala saya yang hanya nongol setengah, kemudian ngilang -__-
Hahahhaa, selamat membaca~
The Existence
Gadis itu termenung di hening kamar. Memeluk lutut yang tertekuk sambil menatap kosong ke arah dinding polos bewarna putih di hadapannya.
Terdengar dentingan sendok dan piring di kejauhan. Seperti biasa, keluarganya tengah menyantap makan makam bersama. Tanpanya.
Gadis itu tahu, bahkan tanpa ada seorangpun yang
memberitahunya.
Kehadirannya
tak diinginkan.
Keberadaannya tak diperlukan
Kedatangannya tak dibutuhkan.
Keberadaannya tak diperlukan
Kedatangannya tak dibutuhkan.
Mungkin tidak masalah jika hal ini diterimanya dari orang lain. Dia mungkin masih bisa bersabar dan tetap memasang senyum di setiap langkahnya.
Tapi bagaimana jika kali ini dia berhadapan dengan keluarganya sendiri. Orang-orang terdekat yang harusnya mengerti dirinya dengan baik. Bukankah dia juga bagian dari keluarga ini? Tapi kenapa seluruh keluarga bahkan menginginkannya tak tercipta.
Gadis itu tahu bahwa dia bahkan tidak memiliki keistemewaan apapun. Setidaknya dia cukup tahu diri untuk menyadari bahwa dia tidak memiliki sesuatu apapun untuk dibanggakan.
Tapi gadis itu yakin bahwa dia sudah bekerja keras. Dia yakin sudah berusaha yang terbaik. Melakukan segala yang dia bisa. Memberikan segala waktu yang dimilikinya. Untuk keluarga ini. Agar setidaknya mereka semua menoleh ke arahnya, dan mulai menyadari kehadirannya.
Tapi ketika semua letih dan kerja kerasnya bahkan tak memiliki makna di dalam keluarga yang dikasihinya, segalanya menjadi berantakan.
Perlahan,
dunia mulai terlihat menakutkan.
Perlahan, semua orang berubah mengerikan.
Perlahan, lingkungan menjadi labirin yang menyesatkan.
Perlahan, semua orang berubah mengerikan.
Perlahan, lingkungan menjadi labirin yang menyesatkan.
Kemudian segalanya runtuh.
Kesabaran.
Ketabahan.
Keceriaan.
Bahkan segala impian.
Ketabahan.
Keceriaan.
Bahkan segala impian.
Dan gadis itu tenggelam. Tersesat di antara dalamnya buih lautan.
Tanpa
cahaya.
Tanpa sinar.
Tanpa terang.
Tanpa sinar.
Tanpa terang.
Gadis itu kemudian menyadari satu hal.
Bahkan jika dia menjadi malaikat sekalipun, takkan
pernah ada tempat baginya di keluarga ini.
0 komentar:
Posting Komentar